Keaswajaan

Terakhir diperbarui: 10 November 2025, 10:12 WIB

Doa merupakan salah satu ibadah yang sangat penting yang Allah perintahkan dalam Al-Qur'an. Juga tidak ada satu ibadah lisan yang lebih utama setelah membaca Al Quran, kecuali dzikir kepada Allah dan doa yang tulus ikhlas kepada-Nya saat memohon setiap kebutuhan. Berdoa merupakan sarana yang paling ampuh bagi seorang Muslim dalam upaya menguatkan ikatan spiritual dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.  
Allah Ta'ala berfirman: 
 
... وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدۡعُونِیۤ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ ... 
"....Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan aku perkenankan bagimu...." [QS Ghafir: 60] 
Menurut Syaikh Ibnu Qayyim Rahimahullah dalam "jawabul kafi":  
"Doa adalah obat yang amat bermanfaat dan musuh bagi bencana. Ia akan memerangi, mengobati, mencegah, menghilangkan, ataupun meringankan bencana yang menimpa" 
Muwarriq Rahimahullah menuturkan:  
"Saya tidak pernah mendapati suatu perumpamaan bagi orang mukmin dalam hal berdoa kecuali seperti seseorang di atas kayu yang tengah mengapung di lautan. Kemudian orang mukmin itu mengucapkan doa: 'Wahai Rabbku. Wahai Rabbku.' Kemudian, orang mukmin itu berharap semoga Allah menyelamatkannya." 
Pada hakikatnya kualitas doa seorang hamba tergantung pada keikhlasan orang yang memanjatkannya serta kesungguhan diri, tidak adanya penghalang yang membuat doanya tertolak seperti faktor pakaian, perbuatan, makanan dan minuman yang haram, juga tergantung pada bacaan doa itu sendiri. 
Mengenai bacaan doa itu, doa terbagi menjadi dua, yaitu doa ma'tsur dan doa ghairu ma'tsur. 
Doa ma'tsur adalah doa yang bersumber langsung dari dalil-dalil Al-Qur'an dan Hadits-hadits Nabi SAW, sedangkan Doa ghairu ma'tsur adalah doa yang tidak bersumber dari Al-Qur'an dan hadits, tetapi doa-doa itu disusun oleh para Ulama. 
Berangkat dari catatan singkat kajian Lora Ismail Al Kholilie dalam majelis Kilmi Syabab, yang dinukil langsung dari karya ulama besar kontemporer, Habib Umar Al-Hafidz, artikel ini hadir untuk mengupas tuntas dan berbagi rangkaian doa-doa ma'tsur pilihan yang beliau ajarkan. Terdapat 6 doa istimewa yang akan kita bahas berdasarkan ajaran beliau. Doa-doa ini tidak hanya kaya akan makna, tetapi juga dapat menjadi sarana yang ampuh untuk memohon kemudahan, keberkahan, dan keteguhan iman dalam beribadah maupun menjalani aktivitas sehari-hari. 
1. Doa setelah wudhu 
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ 
Faidah: barang siapa baca doa ini setelah wudhu maka dibukakan pintu surga yang 8 dan dibolehkan masuk dari pintu yang mana saja (HR. Muslim) 
kemudian ditambahkan lagi bacaan dari hadis riwayat thabrani: 
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَ بِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إْلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَ أَتُوْبُ إِلَيْكَ 
“Maha Suci Engkau, ya Allah, aku memuji kepada-Mu. Aku bersaksi, bahwa tiada Tuhan yang Haq selain Engkau, aku minta ampun dan bertobat kepada-Mu.” 
Dan ditambahkan dalam riwayat imam tirmidzi: 
اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِيْ مِنَ المُتَطَهِّرِيْنَ 
“Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang (yang senang) bersuci”. 
sehingga lengkapnya sebagai berikut: 
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَ بِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إْلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَ أَتُوْبُ إِلَيْكَ اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِيْ مِنَ المُتَطَهِّرِيْنَ واجْعَلْنِي مِنْ عِبادِكَ الصَالحِينَ  
- Kemudian dilanjutkan membaca surat Al-Qadr 3 kali 
2. Doa setelah minum 
الحمدُ لِلَّهِ الَذِي جَعَلَهُ عَذْبًا فُرَاتًا بِرَحْمَتِهِ وَ لَمْ يَجْعَلْهُ مِلْحًا أُجَاجًا بِذُنُوْبِنَا 
Artinya: "segala puji bagi Allah yang menjadikan air ini tawar dan menyegarkan dengan rahmat-Nya, dan tidak menjadikannya asin serta pahit karena dosa kami." 
3. Doa setelah makan  
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنِي هَذَا وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلَا قُوَّةٍ 
Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah memberi makanan ini dan merizkikannya kepadaku tanpa ada daya dan kekuatan dariku." 
faedah: barang siapa membaca doa ini setelah makan akan diampuni dosa dosanya yang telah lalu. (HR. abu daud, ibnu majah, tirmidzi) 
4. Doa ketika berjalan menuju masjid 
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِحَقِّ السَّائِلِينَ عَلَيْكَ ،وَبِحَقِّ الراغِبِيْنَ إِلَيْكَ، بِحَقِّ مَمْشَايَ هَذَا إِلَيْكَ، فَإِنِّي لَمْ أَخْرُجْ أَشَرًا ، وَلاَ بَطَرًا ، وَلاَ رِيَاءً ، وَلاَ سُمْعَةً ، بَلْ خَرَجْتُ اتِّقَاءَ سَخَطِكَ ، وَابْتِغَاءَ مَرْضَاتِكَ ، أََسْأَلُكَ أَنْ تُعِيذَنِي مِنَ النَّارِ ، وَأَنْ تُدْخِلَنِي الجَنَّةَ، وَأَنْ تَغْفِرَ لِي ذُنُوبِي ، إِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ 
Artinya: “Ya Allah sesungguhnya aku meminta kepada-Mu dengan hak orang-orang yang meminta kepadamu, dengan hak orang-orang yang berharap kepadamu, dengan hak orang yang berjalan ini, maka sesungguhnya aku tidak keluar (ke Masjid) dalam keadaan angkuh, sombong, riya’, ingin didengar baik. Akan tetapi aku keluar karena takut akan murka-Mu, dan mengharap ridho-Mu. Aku memohon agar Engkau melindungiku dari neraka, dan memasukkanku ke surga, dan mengampuni dosaku. Karena tiada zat yang dapat memberikan ampunan kecuali hanya Engkau (Allah)." 
Faidah: barang siapa yang baca doa ini maka Allah akan mendatanginya/ menghadap kepadanya dari arah depan dan 70.000 malaikat akan memohonkan ampun kepadanya. 
5. Doa masuk pasar 
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيٌّ لاَ يَمُوْتُ، بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ 
Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Allah. Maha Tunggal. Tiada sekutu bagi-Nya. Dialah pemilik kekuasaan dan segala pujian, yang menghidupkan dan mematikan. Dia Maha Mampu atas segala sesuatu." 
faedahnya: siapa yang baca zikir ini maka akan dituliskan 1 juta kebaikan, dihapus 1 juta keburukan, dan diangkat derajatnya 1 juta derajat. 
(HR. Tirmidzi dengan sanad hasan) 
6. Doa menguatkan hafalan  (dibaca tiga kali tiap pagi dan sore) 
أَللَهُمَّ اجْعَلْ نَفْسِي مُطْمَئِنَّةَ، تُؤْمِنُ بِلِقَائكَ، وَتَقْنَعُ بِعَطَائِكَ، وَتَرْضَى بِقَضائِكَ 
Artinya: "Ya Allah jadikanlah jiwaku tenang, jiwa yang yakin bertemu dengan-Mu, jiwa yang merasa cukup dengan karunia-Mu, jiwa yang ridho dengan ketetapan-Mu" 
 
PENUTUP 
Doa-doa tersebut mungkin jarang kita dengar atau kita pelajari, tapi doa-doa tersebut bersumber dari Hadits-hadits Nabi Saw. 
Pada akhirnya bukanlah doa ma'tsur atau ghairu ma'tsur tersebut yang kita fokuskan, melainkan berdoa itu sendiri. Mengingat banyak dari masyarakat kita yang terlupa atau terlalaikan daripada berdoa. Seperti pada waktu selesai sholat masyarakat kita masih banyak yang lebih memilih memainkan handphone ketimbang berdzikir dan berdoa dan mungkin masih banyak contoh-contoh yang lain. 
Semoga Allah berikan hidayah kepada kita untuk senantiasa memanjatkan doa dalam setiap aktifitas kita agar aktifitas kita senantiasa diberkahi. āmīn. 
 
Kontributor: Ahmad Hanif