Khotbah Jumat: Menjaga Lisan dan Ketikan di Era Digital
Oleh: Farhan Maulana
Khotbah Pertama:
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ، وَاتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah, Pada hari ini, mimbar Jumat mengajak kita merenungkan satu hal yang sering dianggap ringan, namun berat pertanggungjawabannya di sisi Allah, yaitu amanah lisan dan amanah jari—ucapan dan tulisan kita, khususnya di era digital. Dahulu, dosa lisan terbatas pada apa yang terucap.
Hari ini, dosa bisa mengalir melalui jari-jari kita: status, komentar, pesan, unggahan, dan berita yang kita sebarkan. Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا
“Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepada kalian seseorang membawa berita, maka telitilah kebenarannya.” (QS. Al-Hujurat: 6)
Ayat ini bukan hanya untuk telinga, tetapi juga untuk jari kita. Setiap berita yang kita bagikan tanpa tabayyun, bisa menjadi dosa jariyah—mengalirkan dosa selama berita itu terus menyebar. Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ma’asyiral muslimin, Berapa banyak persaudaraan rusak karena komentar? Berapa banyak fitnah tersebar karena satu kali “share”? Berapa banyak dosa dianggap sepele karena dilakukan tanpa suara? Padahal semua akan dimintai pertanggungjawaban. Allah SWT berfirman:
مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
“Tidak ada satu ucapan pun yang diucapkan melainkan ada malaikat yang mencatatnya.” (QS. Qaf: 18)
Termasuk ucapan yang ditulis, bukan hanya yang diucapkan. Maka marilah kita jaga iman kita, dengan menjaga lisan dan jari kita. Gunakan media sosial untuk kebaikan, bukan kebencian. Sebarkan ilmu, bukan fitnah. Bangun ukhuwah, bukan perpecahan.
أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
Khotbah Kedua:
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوهُ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah, Di khotbah kedua ini, marilah kita memperbaharui niat dan komitmen kita dengan ”menjadikan teknologi sebagai jalan taat, bukan jalan maksiat. Jadikan jari kita saksi kebaikan di akhirat. Jadikan tulisan kita penolong, bukan penuntut." Mari kita akhiri khotbah ini dengan doa, memohon ampun dan perlindungan dari Allah SWT.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اللَّهُمَّ طَهِّرْ أَلْسِنَتَنَا مِنَ الْكَذِبِ، وَأَعْمَالَنَا مِنَ الرِّيَاءِ، وَقُلُوبَنَا مِنَ النِّفَاقِ. اللَّهُمَّ اجْعَلْ أَقْوَالَنَا وَكِتَابَاتِنَا شَاهِدَةً لَنَا لَا عَلَيْنَا. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللَّهِ،
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.