Hikmah Silaturahim

Hikmah Silaturahim

10 November 2025, 10:18 WIB Keaswajaan Oleh: Kh Fasyani Hatta (Mudir Pondok Pesantren Al Muflihun Banten) 158 Kali dilihat

Khitbah atau lamaran, merupakan salah satu tahapan penting dalam proses menuju pernikahan. Proses ini pada intinya merupakan penyampaian keinginan seorang laki-laki untuk mempersunting perempuan pilihannya, yang juga harus diketahui oleh wali si perempuan. Penyampaian ini bisa dilakukan sendiri oleh si laki-laki ataupun diwakilkan. Diterimanya khitbah menjadi sinyal untuk melanjutkan persiapan pernikahan, sementara penolakan umumnya menghentikan proses tersebut. 

Pada salah satu prosesi Khitbah,  Kh. Fasyani Hatta, Mudir Pondok Pesantren Al Muflihun Banten menyampaikan bahwa di antara hikmah dilaksanakannya khitbah adalah terjalinnya silaturahmi. Menurut beliau, ibadah silaturahmi (menyambung tali kekerabatan) adalah salah satu ibadah yang agung dalam Islam di dunia. Telah disebutkan dalam Sunnah Nabi Saw. bahwa para penghuni surga saling mengunjungi di dalamnya, yang mana hal ini dapat dianggap sebagai bentuk silaturahmi di akhirat. 

Diriwayatkan dalam hadis-hadis Nabi Saw. yang sahih bahwa para penghuni surga saling mengunjungi dan duduk bersama satu sama lain. Mereka mengunjungi satu sama lain dalam majelis-majelis yang penuh kebahagiaan dan kegembiraan, yang mewujudkan makna cinta, komunikasi, dan silaturahmi yang ada di dunia. 

Selain itu, silaturahim bisa mendatangkan rezeki, sebagaimana hadis Rasulullah Saw:  

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: 

«مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ» 

​Artinya: 

​Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 

​"Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya (jejaknya), maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi." 

Beliau menegaskan bahwa hikmah utama dari hadis di atas adalah Allah SWT telah menetapkan hubungan sebab-akibat yang erat antara ibadah sosial (hablum minannas) dengan keberkahan duniawi. Silaturahmi, yang merupakan perintah agama untuk menyambung tali kekerabatan, ternyata bukan sekadar kewajiban sosial, melainkan sebuah investasi spiritual yang "dibayar kontan" oleh Allah di dunia. Dengan menjaga hubungan baik dengan kerabat, seseorang tidak hanya meraih pahala akhirat, tetapi juga secara aktif mengundang dua hal yang paling dicari manusia: kelapangan rezeki, baik dalam bentuk materi maupun ketenangan batin, serta "umur panjang" yang bermakna keberkahan waktu, kesehatan, dan kehidupan yang lebih produktif dan berkualitas di bawah naungan rida Allah.  

PENUTUP 

Khitbah, sebagai langkah awal menuju pernikahan, bukan sekadar tahapan formal, melainkan juga menjadi momen penting untuk menunaikan ibadah agung, yaitu silaturahmi. Sebagaimana ditegaskan oleh Kh. Fasyani Hatta sebelumnya bahwa ibadah menyambung tali kekerabatan ini memiliki hikmah yang multidimensi, mulai dari meneladani kebiasaan penghuni surga yang saling mengunjungi di akhirat, hingga mendatangkan ganjaran yang dibayar kontan di dunia. 

Intinya, silaturahmi merupakan investasi spiritual dan sosial. Oleh karena itu, mari jadikan setiap kesempatan silaturahmi, baik dalam prosesi khitbah maupun dalam kehidupan sehari-hari, sebagai jembatan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat, baik dalam prosesi khitbah maupun dalam kehidupan sehari-hari, sebagai jembatan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.